Overhundred’s Weblog

Paracetamol perbesar risiko asma anak

Posted on: March 13, 2009

Suatu penelitian teradap anak-anak di 31 negara menemukan bayi yang pernah di beri obat paracetamol memiliki resiko tinggi mengalami asma dan eksim pada saat mereka berusia 6 atau 7 tahun. Penemuan yang diterbitkan the Lancet bersamaan dengan 2 penelitian lainnya ini memaparkan hidung yang berair dan tersumbat pada usia dini dapat menjadi pertanda kuat asma.

Pada penelitian pertama, penelitian dilakukan pada lebih dari 205.000 orang tua dan ditemukan bahwa paracetamol yang digunakan di tahun pertama kehidupan anak-anak mereka, terkaitdengan resiko sakit asma di usia 6-7 tahun 46% lebih tinggi dibanding dengan yang tidak pernah menggunakan obat tersebut.

Paracetamol yang di Amerika Serikat dikenal sebagai Acetaminophen, dijual secara umum dengan nama dagang Tylenol. obat ini digunakan untuk meredakan demam dan nyeri. untuk anak-anak biasanya dalam bentuk sirup. penggunaan obat sekali atau lebih setiap tahunnya (tetapi kurang dari sekali sebulan), didefenisikan sebagai penggunaan medium. penggunaan medium paracetamol sebelum usia 12 bulan meningkatkan resiko asma sekitar 61%, dan penggunaan dosis tinggi sekali sebulan atau lebih di masa itu meningkatkan resiko tiga kali lebih besar.

Kecurigaan adaya hubungan antara paracetamol dan sakit asma muncul di tahun terakhir saat para ahli mengamati peningkatan penggunaan obat seiring dengan kenaikan asma di dunia. sebuah teori menyatakan, paracetamol mengurangi antioksidant di dalam tubuh. beberapa ahli berfikir antioksidantlah yang menghentikan kerusakan oleh radikal bebas dapat menurunkan resiko kanker, penyakit jantung dan penyakit lainnya.

Salah satu peneliti, Richard Beasley, mengatakan paracetamol dapat mengurangi kadar antoksidant dan dapat menekan oksidasi di paru-paru dan menyebabkan asma. Sayangnya, paracetamol banyak dipilih untuk menyembuhkan demam dan nyeri pada anak karena alternatif lainnya, Aspirin, dihubungkan dengan resiko Reye’s Syndrome, suatu penyakit yang relatif jarang tetapi bisa berdampak serius.

Penelitian ini sejalan dengan rekomendasi WHO, dimana penggunaan paracetamol harus tidak digunakan secara rutin, tetapi harus disediakan untuk anak-anak dengan demam tinggi (38,5 celcius atau lebih). (dikutip dari majalah Farmacia, nov 2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Lilypie 2nd Birthday Ticker

tanggalan

March 2009
M T W T F S S
« Nov   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Categories

Archives

%d bloggers like this: